Bagi ikhwan wal akhwat Thoriqot Qodiriyyah wan Naqsabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya khususnya ikhwan wal akhwat Korwil Jawa Timur dan Indonesia Timur yang ingin mendengarkan lantunan merdu suara adzan suryalaya dapat didownload disini. File berupa MP3 yang berukuran 5 MB. Semoga bermanfaat
Thursday, January 2, 2014
Wednesday, January 1, 2014
SHOLAT SUNNAT LIDAF'IL BALA (RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR)
SHOLAT SUNNAT
LIDAF'IL BALA (RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR)
Sholat Sunat Lidaf'il Bala Rabu Terakhir bulan
Shofar dilaksanakan pada pagi hari setelah sholat Isyraq, Isti'adzah,
Istikharah, dan Sirullah. Sekitar kurang lebih jam 6 pagi. Pelaksanaan sholat
sunat Lidaf'il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab
al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52. Dalam sejarah Islam tercatat sebagai
bencana yang menimpa cucu Rosulullah SAW, yaitu Husein bin Ali bin Abi Thalib
dikala diundang oleh Yazid bin Muawiyah untuk sebuah resepsi, tetapi
kenyataannya di Karbala Husein dicegat oleh Yazid beserta pasukannya dan Husein
dipenggal sehingga kepala dan badan terpisah. Untuk tidak terjadi hal semacam
itu lagi sebagian umat Islam melakukan sholat sunat lidaf’il bala. Dilaksanakan
pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam.
Niatnya :
ushollii
sunnatal lidaf'il balaa-i rok'ataini lillaahhi ta'aalaa
"Aku niat sholat lidaf'il bala-i dua
roka'at karena Allah Ta'ala".
Setiap rakaat ba'da fatihah membaca :
- Surat al-Kaustar 17 kali,
- Surat al-Ikhlash 5 kali,
- Surat al-Falaq dan an- Nas masing-masing 1
kali.
Sebelum melaksanakan sholat :
1.
Barokah fatihah kepada orang-orang yang telah menyampaikan amalan luar biasa ini kepada kita :
- KH. A.Shohibul Wafa Tajul Arifin ra (Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya)
- KH. M. Ali Hanafiah Akbar (Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim & Indonesia Timur)
2.
Membaca
istighfar :
astaghfirulloohal
'azhiim, alladzii laa ilaahha illa hhuwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaihhi
taubatan 'abdin zhoolimin, laa yamliku linafsihhii, dlorrow wa laa naf'a, wa
laa mautaw wa laa hayaataw wa laa nusyuuro.
"Saya memohon ampun kepada Allah yang
Maha Agung. Saya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Tuhan yang hidup
terus dan berdiri dengan sendiri-Nya. Saya mohon taubat selaku seorang hamba
yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya apa-apa untuk berbuat
mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti".
Do'a setelah shalat lidaf'il Bala:
bismillaahhir
rohmaanir rohiim, yaa syadiidal quwaa, wa yaa syadiidal mihaal, alloohhumma
innii a'uudzu bika bikalimaatikat taammaati kullihhaa minar riihil ahmar, wa
minad daa-il akbari fiin nafsi, wad dammi, wal lahmi, wal 'uzhmi, wal juluudi,
wal 'uruuqi, subhaanaka idzaa qodloita amron ang taquula laahhu kum fayakuun,
alloohhu akbar, alloohhu akbar, alloohhu akbar, birohmatika yaa arhamar
roohimiin.
Artinya : "Ya Alloh, aku berlindung
kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang
besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan
sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah" maka "jadilah
ia".
***
TANBIH
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Tanbih ini dari Syaekhuna Almarhum Syaikh Abdullah
Mubarok bin Nur Muhammad yang bersemayam di Patapan Suryalaya Kajembaran
Rahmaniyah.
Sabda beliau kepada khususnya segenap murid-murid pria
maupun wanita, tua maupun muda :
Semoga ada dalam kebahagiaan, dikaruniai Allah
Subhanahu Wata'ala kebahagiaan yang kekal dan abadi dan semoga tak akan timbul
keretakan dalam lingkungan kita sekalian.
Pun pula semoga Pimpinan Negara bertambah kemuliaan
dan keagungannya, supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam
keadaan aman, adil dan makmur, dhohir maupun bathin.
Pun kami tempat orang bertanya tentang Thariqah
Qadiriyah Naqsabandiyah, menghaturkan dengan tulus ikhlas, wasiat kepada
segenap murid-murid :
Berhati-hatilah dalam segala hal jangan sampai berbuat
yang bertentangan dengan peraturan agama maupun negara.
Ta'atilah kedua-duanya tadi sepantasnya, demikianlah
sikap manusia yang tetap dalam keimanan, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan
terhadap Hadlirat Illahi Robbi yang membuktikan perintah dalam agama maupun
negara.
Insyafilah hai murid-murid sekalian, janganlah terpaut
oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan setan, waspadalah akan jalan
penyelewengan terhadap perintah agama maupun negara, agar dapat meneliti diri,
kalau kalau tertarik oleh bisikan iblis yang selalu menyelinap dalam hati
sanubari kita.
Lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari
kesucian :
1. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi daripada
kita, baik dlohir maupun batin, harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup
rukun dan saling menghargai.
2. Terhadap sesama yang sederajat dengan kita dalam
segala-galanya, jangan sampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap
rendah hati, bergotong royong dalam melaksanakan perintah agama maupun negara,
jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaan, kalau-kalau kita terkena
firman-Nya "Adzabun Alim" yang berarti duka-nestapa untuk
selama-lamanya, dari dunia sampai dengan akhirat, (badan payah hati susah).
3. Terhadap oarang-orang yang keadaannya di bawah
kita, janganlah hendak menghinakannya atau berbuat tidak senonoh, bersikap
angkuh, sebaliknya harus belas kasihan dengan kesadaran, agar mereka merasa
senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan
tersayat hatinya, sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan nasehat yahng lemah-lembut
yang akan memberi keinsyafan dalam menginjak jalan kebaikan.
4. Terhadap fakir-miskin, harus kasih sayang, ramah
tamah serta bermanis budi, bersikap murah tangan, mencerminkan bahwa hati kita
sadar. Coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan
kekurangan, oleh karena itu janganlah acuh tak acuh, hanya diri sendirilah yang
senang, karena mereka jadi fakir-miskin itu bukannya kehendak sendiri, namun
itulah kodrat Tuhan.
Demikanlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh
kesadaran, meskipun terhadap orang-orang asing, karena mereka itu masih
keturunan Nabi Adam a. s.
Mengingat ayat 70 Surat Irso yang artinya :
"Sangat kami mulyakan keturunan Adam, dan kami sebarkan segala yang berada
di darat dan di lautan, juga kami mengutamakan mereka lebih utama dai makhluk
lainnya".
Kesimpulan dari ayat ini, bahwa kita sekalian
seharusnya saling harga menghargai, jangan timbul kekecewaan.
Mengingat Surat Al-Maidah yang artinya :
"Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan
ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya
janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah
agama maupun negara".
Adapun soal keagamaan, itu terserah agamanya
masing-masing.
Mengingat Surat Al-Kafirun ayat 6 : "Agamamu
untuk kamu, agamaku untuk aku", maksudnya jangan terjadi perselisihan,
wajiblah kita hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah
sekali-kali ikut campur.
Cobalah renungakan pepatah leluhur kita: "Hendaklah
kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti sesal
dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna", karena yang menyebabkan
penderitaan diri pribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri.
Dalam surat An-Nahli ayat 112 diterangkan bahwa :
"Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung,
desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi,
namun penduduknya/penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah
bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan
perbuatan mereka sendiri".
Oleh karena demikian, hendaklah segenap murid-murid
bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin,
dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali
timbul persengketaan, tidak lain tujuannya "Budi Utama - Jasmani Sempurna
(Cageur-Bageur)".
Tiada lain amalan kita, Thariqah Qadiriyah
Naqsabandiyah, amalkan sebaik-baiknya guna mencapai segala kebaikan, menjauhi
segala kejahatan dhohir bathin yang bertalian dengan jasmani maupun rohani,
yang selalu diselimuti bujukan nafsu, digoda oleh perdaya syetan.
Wasiat ini harus dilaksanakan dengan seksama oleh
segenap murid-murid agar supaya mencapai keselamatan dunia dan akhirat.
Amin.
Patapan Suryalaya, 13 Pebruari 1956
Wasiat ini disampaikan kepada sekalian ikhwan
(KH.A Shohibulwafa Tadjul Arifin)
UNTAIAN MUTIARA
1. Jangan membenci kepada ulama yang sejaman.
2. Jangan menyalahkan kepada pengajaran orang lain.
3. Jangan memeriksa murid orang lain.
4. Jangan mengubah sikap walau disakiti orang.
Harus menyayangi orang yang membenci kepadamu.
Pangersa Guru Almarhum
Syekh Abdulloh Mubarok Bin Nur Muhammad
***
Saturday, December 7, 2013
Sholawat Bani Hasyim
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْهَـاشِمِيِّ مُحَمَّدٍوَّعَلَى الِه وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
Allaahumma shalli 'alaannabiyyil hasyimiyyi Muhammadiw wa'alaa aalihi wa sallim tasliima.
Ya Allah, berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semogalah tetap selamat dan sejahtera.
Wednesday, December 4, 2013
TAHLIL TQN PONPES SURYALAYA
bismillaahir
rohmaanir rohiim
ilaa
hadlrotin nabiyyil mushthofaa muhammading shollalloohhu 'alaihhi wa sallama wa
'alaa aalihhii wa ashhaabihhii wa azwaajihhii wa dzurriyyaatihhii wa limang
dakhola fii baitihhil kiroomi ajma'iina syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahi aabaa-ihhi wa ummahhaatihhi wa ikhwaanihhi minal ambiyaa-i wal
mursaliina wa ilaal malaa-ikatil muqorrobiina wal karubiyyiina wasy syuhhadaa-i
wash shoolihiina wa aali kulliw wa-ashhaabi kulliw wa ilaa ruuhi abiinaa aadama
wa umminaa hawaa-a wa maa tanaa sala bainahhumaa ilaa yaumil qiyaamati syai-ul
lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahi saadaatiinaa wa mawaaliina wa a-immatinaa abii bakriw wa 'umaro wa
'utsmaana wa 'aliyyi wa ilaa baqiyyatish shohaabati wal qoroobati wat
taabi'iina wa taabi'it taabi'iina lahhum bi-ihsaanin ilaa yaumiddiini syai-ul
lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahi a-immatil mujtahhidiina wa muqollidiihhim fid diini wal 'ulamaa-ir
roosyidiina wal quroo-il mukhlishiina wa ahhlit tafsiiri wal muhadditsiina wa
saa-iris saadaatish shufiyyatil muhaqqiqiina wa ilaa arwaahi kulli waliyyi wa
waliyyatiw wa muslimiiw wa muslimaatim mim masyariqil ardli ilaa maghooribihhaa
wa miy yamiinihhaa ilaa syimaa lihhaa syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahi ahhlis silsilatil qoodiriyyati wan naqsyabandiyyati wa jamii'i ahhlith
thuruqi khushuushon ilaa hadlroti sulthooni auliyaa-i ghoutsil a'zhomi qutubil
'aalamiinas sayyidisy syaikhi muhyiddin 'abdil qoodiril jailaanii was sayyidisy
syaikhi abiil qoosim junaidil baghdaadiyyi was sayyidisy syaikh ma'ruufil
karkhiyyi was sayyidisy syaikhi sirris saqothiyyi was sayyidisy syaikhi
habiibil 'ajamiyyi was sayyidisy syaikhi hasanil bashriyyi was sayyidisy syaikhi
ja'farish shoodiqi was sayyidisy syaikhi yuusuful hamdaaniyyi was sayyidisy
syaikhi abii yaziidil busthoomiyyi was sayyidisy syaikhi syaahh bahhaa-uddiinin
naqsyabandiyyi wa hadlroti imaam robbaaniyyi wa hadlroti syaikhinaal mukarromi
syaikhi abdullah
mubarok bin nur muhammad wa syaikhina wa
mursyidina amiril mukminin hadlroti syaikhi ahmad
shohibulwafa tajul arifin wa ushuulihhim wa furuu'ihhim wa ahhli silsilatihhim
wal aakhidziina 'anhhum syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahi waalidiinaa wa waalidiikum wa masyaayikhinaa wa masyaayihikum wa
amwaatinaa wa amwaatikum wa liman ahsana ilainaa wa limal lahhuu haqqun
'alainaa wa liman awshoonaa wastaushoonaa wa qolladanaa 'ingdaka bidu'aa-il
khoiri syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahhi jamii'il mu-miniina wal mu-minaati wal muslimiina wal muslimaatil
ahyaa-i minhhum wal amwaati mim masyaariqil ardli ilaa maghooribihhaa wa miy
yamiinihhaa ilaa syimaa lihhaa wa ming qoofin ilaa qoofim miw waladi aadama
ilaa yaumil qiyaamati khushuuhon ilaa ruuhi ........(sebut nama ahli kubur) syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
laa ilaahha
illaalloohhu walloohhu akbaru wa lillaahhil hamdu.
bismillaahhir
rohmaanir rohiim
qul
hhuwalloohhu ahadu. alloohhush shomadu. lam yalid wa lam yuuladu. wa lam yakul
lahhuu kufuwan ahadu (11x).
laa ilaahha
illaalloohhu walloohhu akbaru wa lillaahhil hamdu.
bismillaahhir
rohmaanir roohiimi
qul a'uudzu
birobbil falaqi. ming syarri maa kholaqo. wa ming syarri ghoosiqin idzaa
waqoba. wa ming syarrin naffaatsaati fil 'uqodi. wa ming syarri haasidin idzaa
hasada.
laa ilaahha
illaalloohhu walloohhu akbaru wa lillaahhil hamdu.
bismillaahhir
rohmaanir rohiimi
qul a'uudzu
birobbinnaasi. malikin naasi. ilaahhin naasi. ming syarril waswaasil khonnaasi.
alladzii yuwaswisu fii shuduurin naasi. minal jinnati wan naasi.
laa ilaahha
illaalloohhu walloohhu akbaru wa lillaahhil hamdu.
bismillaahir
rohmaanir rohiimi
alhamdu
lillaahhi robbil 'aalamiina. arrohmaanir rohiimi. maaliki yaumid diini. iyyaaka
na'budu wa iyyaaka nasta'iinu. ihhdinash shiroothol mustaqiima. shiroothol
ladziina an'amta 'alaihhim, ghoiril maghdluubi 'alaihhim wa laadl dloolliina.
laa ilaahha
illaalloohhu walloohhu akbaru wa lillaahhil hamdu.
bismillaahhir
rohmaanir rohiimi
alif-laaam-miim
dzaalikal kitaabu laa royba, fiihhi, hhudal lilmuttaqiina. alladziina
yu-minuuna bil ghoibi wa yuqiimuunash sholaata wa mimmaa rozaqqonaahhum
yungfiquuna. wal ladziina yu-minuuna bimaa ungzila ilaika wa maaa ungzila ming
qobbelik, wa bil aakhiroti hhum yuuqinuuna. uulaa-ika 'alaa hhudam mir
robbihhim wa uulaaa-ika hhumul muflihuuna.
wa
ilaahhukum ilaahhuw waahidul laa ilaahha illaa hhuwar rohmaanur rohiimu.
alloohhu laa
ilaahha illaa hhuwal hayyul qoyyuumu, laa ta-khudzuhhuu sinatuw wa laa naumu,
lahhuu maa fis samaawaati wa maa fil ardli mangdzal ladzii yasfa'u 'ingdahhuu
illaa bi-idznihhii ya'lamu maa baina aydiihhim wa maa kholfahhum wa laa
yuhiithuuna bisyai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a, wa si'a kursiyyuhhus
samaawaati wal ardlo, wa laa ya-uuduhhuu hifzhuhhumaa wa hhuwal 'aliyyul
'azhiimu.
astaghfirulloohhal
ghofuuror rohiim (3x).
alloohhumma
sholli 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aalihhii wa shohbihhii wa sallim
(3x).
ilaahhii
angta maqshuudii wa ridlooka mathluubii a'thinii mahabbataka wa ma'rifataka
(1x).
laa ilaahha
illallooh (3x).
(Kemudian berdzikir la ilaha illalloh 165x, dan
ditutup dengan membaca)
sayyidunaa
muhammadur rosuulullooh shollalloohhu 'alaihhi wa sallam.
(Selanjutnya berdo'a)
bismillaahhir
rohmaanir rohiim. alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aali
sayyidinaa muhammad, sholatang tungjiinaa bihhaa ming jamii'il ahhwaali wal
afaati wa taqdlii lanaa bihhaa jamii'al haajaati wa tuthohhiruunaa bihhaa ming
jami'is sayyi-aati wa tarfa'unaa bihhaa 'ingdakaa a'laddarojaati wa
tuballighuunaa bihhaa aqshol ghooyaati ming jamii'il khoirooti fil hayaati wa
ba'dal mamaati, innal ladziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uunalloohha
yadulloohhi fauqo aydiihhim faman nakatsa fa-innamaa yangkutsu 'alaa nafsihhii
wa man aufaa bimaa 'aahhada 'alaihhulloohha fasayu-tiihhi ajron 'azhiimaa. Alloohhumma
aushil tsawaaba maa qoro-naahhu hhadiyatan ila rosuulillaahhi shallalloohhu
‘alaihi wasallama wa ilaa ashhaabihi wa jami’il mu-miniina wal mu-minaati wal
muslimiina wal muslimaati al-ahyaa-i wal amwaati. Subhaanaka robbika robbil
‘izzati ‘ammaa yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina wal hamdulillaahi robbil
‘aalamiin. Al-fatihah
(Setelah do'a tersebut diatas, bisa ditambah dengan
do'a yang lain menurut kebutuhan).
ilaa
hadlrotin nabiyyil mushthofaa muhammading shollalloohhu 'alaihhi wa sallama wa
'alaa aalihhii wa ashhaabihhii wa azwaajihhii wa dzurriyyaatihhii wa limang
dakhola fii baitihhil kiroomi ajma'iina syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
tsumma ilaa
arwaahi ahhlis silsilatil qoodiriyyati wan naqsyabandiyyati wa jamii'i ahhlith
thuruqi khushuushon ilaa hadlroti sulthooni auliyaa-i ghoutsil a'zhomi qutubil
'aalamiinas sayyidisy syaikhi 'abdil qoodiril jailaanii qoddasalloohhu sirrohhu
was sayyidisy syaikhi abiil qoosim junaidil baghdaadiyyi was sayyidisy syaikhi
ahmad khootib syambaasii ibnu 'abdil ghofaari was sayyidisy syaikhi tholhah
kalisapu cirebon was sayyidi syaikhi 'abdul kariimi banten wa hadlroti
syaikhinaal mukarromi syaikhi abdullah
mubarok bin nur muhammad wa syaikhina wa
mursyidina amiril mukminin hadlroti syaikhi ahmad
shohibulwafa tajul arifin wa ushuulihhim wa furuu'ihhim wa ahhli silsilatihhim
wal aakhidziina 'anhhum syai-ul lillaahhi lahhumul faatihah.
tsuma ilaa
arwaahi aabaa-ina wa ummahhaatinaa wa likaffatil muslimiina wal muslimaati wal
mu'miniina wal mau'minaatil ahyaa-i minhhum wal amwaati syai-ul lillaahhi
lahhumul faatihah.
astaghfirulloohha
robbii ming kulli dzambiw wa atuubu ilaihhi (3x).
alloohhumma
sholli 'alaa muhammadiw wa 'alaa aali muhammading kamaa sholaita 'alaa
ibroohhiima wa 'alaa aali ibroohhiima wa baarik 'alaa muhammadiw wa 'alaa aali
muhammading kamaa barokta 'alaa ibroohiima wa 'alaa aali ibroohhiima fil
'aalamiina innaka hamiidum majiid.
ilaahhii angta
maqshuudii wa ridlooka mathluubii a'thinii mahabbataka wa ma'rifataka. (Tawajjuh, dan berdzikir khofi sekuatnya menahan
nafas)
***
Subscribe to:
Posts (Atom)




