Sunday, January 5, 2014

Manaqib Sulthon Aulia' Syech Abdul Qodir Al Jaelani Qs Perwakilan Mojokerto Pada Bulan Januari 2014

Buat ikhwan wal akhwat Thoriqot Qodiriyyah wan Naqsabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya, khususnya korwil Jawa Timur dan Indonesia Timur yang mengikuti pengajian manaqib Sulthon Aulia' Syech Abdul Qodir Al Jaelani Qs di perwakilan Mojokerto pada tanggal 5 Januari 2014 kemarin maupun yang tidak bisa hadir karena suatu halangan tertentu, kami selaku tim dokumentasi Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jawa Timur dan Indonesia Timur akan menyuguhkan foto-foto kegiatan tersebut.
KH. M. Ali Hanafiah Akbar
(Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim dan Indonesia Timur)



Ust. H. Zuhri




















Thursday, January 2, 2014

Adzan Suryalaya

Bagi ikhwan wal akhwat Thoriqot Qodiriyyah wan Naqsabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya khususnya ikhwan wal akhwat Korwil Jawa Timur dan Indonesia Timur yang ingin mendengarkan lantunan merdu suara adzan suryalaya dapat didownload disini. File berupa MP3 yang berukuran 5 MB. Semoga bermanfaat

Wednesday, January 1, 2014

SHOLAT SUNNAT LIDAF'IL BALA (RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR)

 

SHOLAT SUNNAT LIDAF'IL BALA (RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR)

Sholat Sunat Lidaf'il Bala Rabu Terakhir bulan Shofar dilaksanakan pada pagi hari setelah sholat Isyraq, Isti'adzah, Istikharah, dan Sirullah. Sekitar kurang lebih jam 6 pagi. Pelaksanaan sholat sunat Lidaf'il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52. Dalam sejarah Islam tercatat sebagai bencana yang menimpa cucu Rosulullah SAW, yaitu Husein bin Ali bin Abi Thalib dikala diundang oleh Yazid bin Muawiyah untuk sebuah resepsi, tetapi kenyataannya di Karbala Husein dicegat oleh Yazid beserta pasukannya dan Husein dipenggal sehingga kepala dan badan terpisah. Untuk tidak terjadi hal semacam itu lagi sebagian umat Islam melakukan sholat sunat lidaf’il bala. Dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam.

Niatnya :

ushollii sunnatal lidaf'il balaa-i rok'ataini lillaahhi ta'aalaa

"Aku niat sholat lidaf'il bala-i dua roka'at karena Allah Ta'ala".

Setiap rakaat ba'da fatihah membaca :

- Surat al-Kaustar 17 kali,
- Surat al-Ikhlash 5 kali,
- Surat al-Falaq dan an- Nas masing-masing 1 kali.

Sebelum melaksanakan sholat :
1.      Barokah fatihah kepada orang-orang yang telah menyampaikan amalan luar biasa ini kepada kita :
  • KH. A.Shohibul Wafa Tajul Arifin ra (Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya)
  • KH. M. Ali Hanafiah Akbar (Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim & Indonesia Timur)


2.      Membaca istighfar :

astaghfirulloohal 'azhiim, alladzii laa ilaahha illa hhuwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaihhi taubatan 'abdin zhoolimin, laa yamliku linafsihhii, dlorrow wa laa naf'a, wa laa mautaw wa laa hayaataw wa laa nusyuuro.

"Saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Saya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Tuhan yang hidup terus dan berdiri dengan sendiri-Nya. Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya apa-apa untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti".


Do'a setelah shalat lidaf'il Bala:

bismillaahhir rohmaanir rohiim, yaa syadiidal quwaa, wa yaa syadiidal mihaal, alloohhumma innii a'uudzu bika bikalimaatikat taammaati kullihhaa minar riihil ahmar, wa minad daa-il akbari fiin nafsi, wad dammi, wal lahmi, wal 'uzhmi, wal juluudi, wal 'uruuqi, subhaanaka idzaa qodloita amron ang taquula laahhu kum fayakuun, alloohhu akbar, alloohhu akbar, alloohhu akbar, birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya : "Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah" maka "jadilah ia".

***


TANBIH

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Tanbih ini dari Syaekhuna Almarhum Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad yang bersemayam di Patapan Suryalaya Kajembaran Rahmaniyah.

Sabda beliau kepada khususnya segenap murid-murid pria maupun wanita, tua maupun muda :

Semoga ada dalam kebahagiaan, dikaruniai Allah Subhanahu Wata'ala kebahagiaan yang kekal dan abadi dan semoga tak akan timbul keretakan dalam lingkungan kita sekalian.

Pun pula semoga Pimpinan Negara bertambah kemuliaan dan keagungannya, supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil dan makmur, dhohir maupun bathin.

Pun kami tempat orang bertanya tentang Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, menghaturkan dengan tulus ikhlas, wasiat kepada segenap murid-murid :

Berhati-hatilah dalam segala hal jangan sampai berbuat yang bertentangan dengan peraturan agama maupun negara.

Ta'atilah kedua-duanya tadi sepantasnya, demikianlah sikap manusia yang tetap dalam keimanan, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan terhadap Hadlirat Illahi Robbi yang membuktikan perintah dalam agama maupun negara.

Insyafilah hai murid-murid sekalian, janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan setan, waspadalah akan jalan penyelewengan terhadap perintah agama maupun negara, agar dapat meneliti diri, kalau kalau tertarik oleh bisikan iblis yang selalu menyelinap dalam hati sanubari kita.

Lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian :

1. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi daripada kita, baik dlohir maupun batin, harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup rukun dan saling menghargai.

2. Terhadap sesama yang sederajat dengan kita dalam segala-galanya, jangan sampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap rendah hati, bergotong royong dalam melaksanakan perintah agama maupun negara, jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaan, kalau-kalau kita terkena firman-Nya "Adzabun Alim" yang berarti duka-nestapa untuk selama-lamanya, dari dunia sampai dengan akhirat, (badan payah hati susah).

3. Terhadap oarang-orang yang keadaannya di bawah kita, janganlah hendak menghinakannya atau berbuat tidak senonoh, bersikap angkuh, sebaliknya harus belas kasihan dengan kesadaran, agar mereka merasa senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan tersayat hatinya, sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan nasehat yahng lemah-lembut yang akan memberi keinsyafan dalam menginjak jalan kebaikan.


4. Terhadap fakir-miskin, harus kasih sayang, ramah tamah serta bermanis budi, bersikap murah tangan, mencerminkan bahwa hati kita sadar. Coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan kekurangan, oleh karena itu janganlah acuh tak acuh, hanya diri sendirilah yang senang, karena mereka jadi fakir-miskin itu bukannya kehendak sendiri, namun itulah kodrat Tuhan.

Demikanlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh kesadaran, meskipun terhadap orang-orang asing, karena mereka itu masih keturunan Nabi Adam a. s.

Mengingat ayat 70 Surat Irso yang artinya : "Sangat kami mulyakan keturunan Adam, dan kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, juga kami mengutamakan mereka lebih utama dai makhluk lainnya".

Kesimpulan dari ayat ini, bahwa kita sekalian seharusnya saling harga menghargai, jangan timbul kekecewaan.

Mengingat Surat Al-Maidah yang artinya : "Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah agama maupun negara".

Adapun soal keagamaan, itu terserah agamanya masing-masing.

Mengingat Surat Al-Kafirun ayat 6 : "Agamamu untuk kamu, agamaku untuk aku", maksudnya jangan terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.

Cobalah renungakan pepatah leluhur kita: "Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna", karena yang menyebabkan penderitaan diri pribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri.

Dalam surat An-Nahli ayat 112 diterangkan bahwa : "Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri".

Oleh karena demikian, hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak lain tujuannya "Budi Utama - Jasmani Sempurna (Cageur-Bageur)".

Tiada lain amalan kita, Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, amalkan sebaik-baiknya guna mencapai segala kebaikan, menjauhi segala kejahatan dhohir bathin yang bertalian dengan jasmani maupun rohani, yang selalu diselimuti bujukan nafsu, digoda oleh perdaya syetan.

Wasiat ini harus dilaksanakan dengan seksama oleh segenap murid-murid agar supaya mencapai keselamatan dunia dan akhirat.
Amin.

Patapan Suryalaya, 13 Pebruari 1956

Wasiat ini disampaikan kepada sekalian ikhwan

(KH.A Shohibulwafa Tadjul Arifin)


UNTAIAN MUTIARA

1. Jangan membenci kepada ulama yang sejaman.

2. Jangan menyalahkan kepada pengajaran orang lain.

3. Jangan memeriksa murid orang lain.

4. Jangan mengubah sikap walau disakiti orang.

Harus menyayangi orang yang membenci kepadamu.

Pangersa Guru Almarhum

Syekh Abdulloh Mubarok Bin Nur Muhammad


***

Saturday, December 7, 2013

Sholawat Bani Hasyim



اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْهَـاشِمِيِّ مُحَمَّدٍوَّعَلَى الِه وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا

Allaahumma shalli 'alaannabiyyil hasyimiyyi Muhammadiw wa'alaa aalihi wa sallim tasliima.

Ya Allah, berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semogalah tetap selamat dan sejahtera.